Kronologi Bencana Tsunami 2004 di Aceh
Gelombang raksasa tsunami menghancurkan Aceh 26
Desember 2004. Sebelumnya terjadi gempa hebat di dasar laut dekat Pulau
Simeuleu. Berikut kronologi bencana tsunami itu.
26 Desember 2004: Pukul 7.59 waktu setempat, gempa
berkekuatan 9,1 sampai 9,3 skala Richter mengguncang dasar laut di barat
daya Sumatra, sekitar 20 sampai 25 kilometer lepas pantai. Hanya dalam
beberapa jam saja, gelombang tsunami dari gempa itu mencapai daratan
Afrika.
27 Desember: Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) menyatakan tsunami di Aceh sebagai bencana kemanusiaan terbesar
yang pernah terjadi. Bantuan internasional mulai digerakkan menuju
kawasan bencana. Kawasan terparah yang dilanda tsunami adalah Aceh, Khao
Lak di Thailand dan sebagian Sri Lanka dan India.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Paling parah
Provinsi
Aceh di utara Pulau Sumatra adalah kawasan terparah yang dilanda
tsunami. Sedikitnya 130.000 orang tewas di kawasan ini saja. Gambar ini
diambil 8 Januari 2005 di Banda Aceh, dua minggu setelah amukan tsunami.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Rekonstruksi
Sepuluh
tahun kemudian, Banda Aceh bangkit kembali. Jalan-jalan, jembatan,
pelabuhan sudah dibangun lagi. Bank Dunia menyebut Aceh sebagai "upaya
pembangunan kembali yang paling berhasil". Gambar ibukota provinsi Aceh
ini dbuat Desember 2014.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Pengungsi
Setelah
diguncang gempa berkekuatan 9,1 skala Richter dan diterjang gelombang
raksasa yang tingginya lebih sepuluh meter, banyak penduduk Aceh jadi
pengungsi. Di seluruh Asia Tenggara, 1,5 juta orang kehilangan tempat
tinggal. Gambar ini menunjukkan penduduk yang melihat puing-puing
rumahnya beberapa hari setelah bencana tsunami.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Dibangun kembali
Bencana
tsunami Natal 2004 mengundang perhatian besar warga dunia yang
ramai-ramai memberikan bantuan. Banyak bangunan yang akhirnya
diperbaiki, banyak kawasan yang berhasil dibangun kembali. Gambar ini
dibuat Desember 2014 di Lampulo, Banda Aceh. "Kapal di atas rumah" jadi
peringatan tentang peristiwa mengerikan itu.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Kehancuran di sekitar Masjid
Gelombang
raksasa yang melanda Aceh menewaskan lebih dari 100 ribu orang dan
mengakibatkan kerusakan parah. Gambar ini dibuat Januari 2005 dan
menunjukkan kawasan Lampuuk di Banda Aceh yang hancur, kecuali Masjid
yang bertahan dari terjangan air.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Sepuluh tahun kemudian
Masjid
di Lampuuk dipugar dan kawasan sekitarnya dibenahi. Rumah-rumah
penduduk dibangun kembali di sekitar Masjid. Gambar ini diambil sepuluh
tahun setelah kehancuran akibat tsunami.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Gempa bumi hebat
Sebelum
tsunami muncul, gempa hebat mengguncang kawasan utara Sumatra, 26
Desember 2004. Gempa itu memicu munculnya gelombang raksasa yang
mencapai sedikitnya 11 negara, termasuk Australia dan Tanzania. Gambar
ini menunjukkan kerusakan di Banda Aceh.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Dibangun lebih baik setelah perdamaian
Bantuan
internasional yang berdatangan ke Aceh membuka peluang bagi masyarakat
membangun kembali kawasannya dengan lebih baik. Tahun 2005, perundingan
antara pemerintah Indonesia dan kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
menghasilkan kesepakatan damai, setelah ada mediasi dari Eropa.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Pemandangan mengerikan
Jurnalis
AS Kira Kay menuliskan pengalamannya ketika tiba di Banda Aceh setelah
tsunami: "Mayat-mayat bergelimpangan, terkubur di bawah reruntuhan. Lalu
mayat-mayat itu diangkut dengan truk ke lokasi penguburan massal. Bau
mayat menyengat". Gambar ini menunjukkan suasana Masjid Raya di Banda
Aceh setelah tsunami.
-
Tsunami Aceh Dulu dan Sekarang
Masjid Raya
Suasana
Masjid Raya sekarang. Aceh kini menikmati status sebagai daerah otonomi
khusus, dengan wewenang luas melakukan pemerintahan sendiri.
Berdasarkan kewenangan itu, Aceh kini menyebut dirinya Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam (NAD) dan memberlakukan Syariat Islam.
Penulis: Gabriel DomÃnguez
30 Desember:
Sekretaris Jendral PBB saat itu, Khofi Annan, menyebut jumlah korban
sedikitnya 115.000 orang tewas. Jerman mengirim pesawat militer yang
berfungsi sebagai klinik darurat ke kawasan bencana. Militer Jerman
Bundeswehr dikerahkan untuk membantu korban bencana.
31 Desember:
Indonesia dinyatakan sebagai kawasan bencana tsunami terparah.
Pemerintah Indonesia menyebut korban tewas akan melebihi 100.000 orang.
1 Januari 2005:
Kapal induk Amerika Serikat "USS Abraham Lincoln" tiba di perairan
Sumatra untuk membantu evakuasi korban dan penyaluran bahan bantuan.
Helikopter Amerika Serikat dikerahkan dari kapal induk untuk membagikan
bahan bantuan terpenting ke kawasan bencana di Aceh.
Komentar
Posting Komentar